Mari Bersama
Mencerahkan Diri

Strategi Getah Mete


Strategi Getah Mete

Seorang teman bercerita bahwa dia memiliki teman yang perilakunya agak ugal-ugalan. Pada suatu ketika ia tertarik pada seorang wanita yang merupakan pitri dari tokoh agama (ustadz) di masyarakat. Ia sangat berminat untuk memperistri wanita itu. Namun ia berpikir bahwa laki-laki dengan perilaku seperti itu tidak akan menarik hati sang wanita. Apalagi orang tuanya.

Setelah berpikir panjang ia akhirnya memutuskan mengubah penampilan agar menjadi alim dan taat agama. Ia pelajari hal-hal praktis tentang ayat Al-Qur’an kemudian agar nampak sebagai ahli ibadah ia hitamkan keningnya (agar nampak sebagai orang yang tekun beribadah) dengan cara mengolesi keningnya dengan getah mete. Getah mete memang dapat menghanguskan kulit sehingga dalam sekejap keningnya menghitam dan kelihatan alami. Alhasil tidak butuh waktu lama ia sudah berpenampilan sebagai pemuda alim paham agama dan taat beribadah.

Singkat cerita, ia datangi si wanita muslimah pujaannya, dengan beberapa jurus pendekatan termasuk berbaik-baik dengan sang orang tua. Bagaimana hasilnya…..? Ternyata sukses besar.

Cerita pengalaman teman saya tersebut memberi pengertian bahwa penampilan ternyata dapat menghasilkan kesan. Kedua, kita bisa juga mengerti bahwa mimikri (sifat bunglon dalam berpenampilan) menjadi cara efektif untuk mencapai keinginannya. Ketiga, untuk bisa mempersuasi orang, kita bisa menggunakan cara-cara bunglon. Misal, ketika hendak mempersuasi orang Islam maka pelajari masalah sholat dan tampilan berpakaian yang lebih rapat dan rapi.

Nah, pada saat pilpres saat ini, apakah kita melihat perubahan-perubahan drastis dari capres dan cawapres kita? Dari tadinya tidak menarik hati menjadi menarik hati? Dari tadinya kita tidak simpati menjadi simpati? Dari sebelumnya tidak peduli agama menjadi agamis? Bila itu ya, maka silakan cermati lagi kandidat itu, jangan-jangan ia hanya menggunakan strategi getah mete…  


Nyemengan, 27 Mei 2014